Daerah

Miris..!! Masa Tanam Padi Dengan Luas 80 Hektare di Pekon Teratas Tertunda

Kreatifnews.com, Tanggamus – Program Swasembada Beras yang dicanangkan Pemerintah Prabowo Subianto yang tertuang dalam Astacita, Perlu dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus, betapa tidak Lahan Persawahan seluas 80 HektareĀ  di Pekon Teratas Kecamatan Kota Agung Pusat tertunda Masa Tanam Padi diakibatkan kurangnya alsintan berupa mesin bajak tanah.

Menurut Said, Ketua Gapoktan Pekon Teratas yang ditemui Kreatifnews.com di kediamannya Pekon Teratas Kecamatan Kota Agung Pusat Minggu (11/05/2025) mengatakan bahwa “areal Persawahan di Pekon Teratas Tertunda Masa Tanamnya diakibatkan kurangnya alsintan”

Masih menurut Said, Para Petani yang harusnya bisa melakukan Masa Tanam dalam satu tahun sebanyak 3 (tiga), dengan keterbatasan mesin bajak hanya bisa melakukan 2 (dua) kali Periode Tanam dalam setahun, hal ini sayang disayangkan karena air yang mengaliri areal persawahan di Pekon Teratas mengalir dengan baik tanpa terhenti” Ujarnya

“Selama ini Para Petani Menggunakan Bajak pertanian dengan menyewa mesin Bajak dari Tetangga Pekon, kami menunggu giliran, apabila areal persawahan di Pekon Tetangga telah selesai Tanam Padi, setelahnya bisa membajak areal persawahan kami di Pekon Teratas. Dia berharap uluran tangan pemerintah kabupaten Tanggamus untuk dapat memberikan bantuan Alsintan berupa mesin Bajak di Pekon Teratas Kecamatan Kota Agung Pusar” tutupnya

Sementara itu Anggota DPRD Tanggamus Komisi II yang membidangi Pertanian dan Perkebunan dari Fraksi Gerindra Daerah Pemilihan I, Hi Tahang yang dimintakan Kreatifnews pendapatnya terkait kurang tersedianya Alsintan di Pekon Teratas Kecamatan Kota Agung Pusat (11/05/2025) mengatakan akan meneruskan dan memperjuangkan ketersediaan Alsintan di Pekon Teratas kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Program Swasembada Beras adalah Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, kendala yang dihadapi petani di lapangan harus di perjuangkan” ujarnya. (Budi)

Related Articles

Back to top button