Niat Wisata ke Pulau Pisang, Pemuda Asal Palembang Tewas Terseret Arus Pantai Way Karuwi

Kreatifnews.com, Pesisir Barat – Gabungan Personel Polres Pesisir Barat bergerak cepat menindaklanjuti laporan korban tenggelam di Pantai Way Karuwi, Pekon Way Sindi, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat, Minggu (5/7/2026) sekira pukul 08.00 WIB.
Korban diketahui bernama Raden Muhammad Apridho (26), seorang wisatawan asal Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Peristiwa bermula saat korban bersama tiga rekannya tiba dari Palembang pada Jumat (4/7/2026) dan menginap di Penginapan Anjung Bang O King. Mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan wisata ke Pulau Pisang pada Minggu pagi.
Sebelum berangkat, korban dan rekan-rekannya memutuskan untuk berenang di pantai di depan area penginapan. Nahas, saat berada di laut, korban diduga kuat terseret arus bawah laut yang sangat kuat hingga tenggelam.
Rekan korban bersama warga setempat yang melihat kejadian tersebut langsung melakukan aksi penyelamatan. Korban berhasil dievakuasi ke darat dan segera dilarikan ke Puskesmas Karya Penggawa untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh tim dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Pihak keluarga korban yang menerima kabar duka ini menyatakan keikhlasannya. Mereka menolak proses autopsi dan langsung mempersiapkan pemulangan jenazah ke rumah duka di Palembang.
Mendengar insiden tersebut, jajaran Polres Pesisir Barat yang dipimpin oleh Kasat Polairud AKP Heru Prasetyo, S.T., dan Kasat Samapta IPTU Hermanto, S.H., langsung turun ke puskesmas. Petugas membantu proses administrasi evakuasi, mengumpulkan keterangan saksi, dan mendampingi keluarga korban.
Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops Kompol Rohmadi, S.H., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Beliau juga memberikan peringatan keras kepada publik.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai. Patuhi setiap peringatan petugas dan hindari berenang di area yang memiliki arus laut kuat agar tragedi seperti ini tidak terulang kembali,” tegas Kompol Rohmadi.



