Daerah

Marga Buay Belunguh Tanjung Hikhan Usulkan Pembuatan Demplot 10 Komoditi Tiang Penyangga Ketahanan Pangan Pada Tanah Ulayat

Kreatifnews.com, Tanggamus – Mendekati Tanggal Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Terpilih yang akan dilaksanakan dalam waktu yang tidak lama lagi, Marga Buay Belunguh Tanjung Hikhan Kota Agung Tanggamus mengusulkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur untuk memanfaatkan Tanah Ulayat Adat Marga Buay Belunguh Tanjung Hikhan untuk dijadikan Demplot (kebun percontohan) bagi 10 (sepuluh) Komoditi yang masuk dalam tiang Keberhasilan Swasembada Pangan di Kabupaten Tanggamus khususnya dan di Propinsi Lampung Umumnya. Kamis, (23/01/2025).

Menurut Ketua Harian Tanah Ulayat Adat Marga Buay Belunguh Tanjung Hikhan, Azhari, SH, MM mengatakan bahwa Pembuatan Lahan Demplot 10 Komoditi Pangan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan program Pemerintah Daerah untuk pencapaian pemenuhan hak atas pangan, meningkatkan ketahanan pangan nasional dan lokal dengan memanfaatkan dan memaksimalkan Lahan Tanah Ulayat Adat

Sebagaimana diketahui Luas Lahan Ulayat Adat Marga Buay Belunguh Tanjung Hikhan adalah seluas 875 Ha. Dengan luasan tersebut sangat cukup dan memadai untuk pengembangan Demplot 10 komoditas strategis mampu swasembada pangan antara lain Padi, Jagung, Ubi Kayu, Kacang Tanah, Daging Sapi, Daging Ayam dan Telur Ayam, kedelai, Kacang Hijau dan Ubi Jalar, lanjutnya

Dengan Pengelolaan masing-masing Demplot komoditi Pertanian yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Adat maka dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat dan tercapainya program swasembada Pangan yang menjadi Program unggulan Presiden Prabowo. Pungkasnya

Sementara itu, Aan Daryawan salah satu Anggota Kelompok Tani Adat yang ditemui Kreatifnews mendukung penuh upaya pemanfaatan Tanah Ulayat Adat untuk Program Ketahanan Pangan, Petani disini sudah memulai menanam Jagung, Padi Darat, Ubi Jalar, Ubi Kayu secara Mandiri

Lebih Lanjut Aan Daryawan berharap Pemerintah melalui Gubernur Terpilih dapat memfasilitasi dan membantu Petani dimulai dari moderenisasi pertanian, ketersediaan pupuk, dan kepastian harga komoditi setelah panen. Hal ini jika bener terwujud maka Petani Adat yang juga merupakan warga adat dapat terangkat kesejahteraannya, tutupnya

Sebagaimana diketahui, Program Unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Terpilih adalah Hilirisasi Sektor Pertanian guna Menyukseskan Program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan dengan Pemanfaatan Lahan Ulayat Adat untuk Kesejahteraan Masyarakat Adat itu sendiri. (Budi)

Related Articles

Back to top button