Potensi Ekspor Produk Holtikultura Dari kabupaten Tanggamus, Ini rinciannya

Kreatifnews.com, Tanggamus – Tingginya tingkat inflasi di kabupaten Tanggamus membuat naiknya harga kebutuhan Pokok. Hal ini sangat memberatkan masyarakat. berbagai kegiatan yang bisa menekan tingkat inflasi sehingga bisa meringankan beban masyarakat terkait pemunuhan kebutuhan Sandang dan Pangan. Selasa, (27/08/2029).
Salah satu faktor yang bisa menekan tingkat inflasi adalah memaksimalkan Produk ekspor hasil holtikultura, produk holtikultura yang banyak tersedia di kabupaten Tanggamus adalah Manggis, Durian dan berbagai olahan Kelapa
Buah Manggis
Buah manggis dijuluki sebagai Queen of Fruit karena penampilannya yang eksotik, memiliki kulit buah berwarna ungu kemerah-merahan, dengan kelopak buah dan juring berbentuk bintang yang indah, daging buahnya putih bersih, dengan cita rasa yang unik. Daging buah manggis banyak mengandung senyawa anti-inflamasi, antioksidan, antimikroba, dan antiparasit. Dalam meningkatkan mutu produk manggis segar, telah ditetapkan Sistem Produksi dan Penangan Produk sesuai Permentan no. 22 tahun 2021 serta SNI 3211:2009 tentang buah manggis segar. Peraturan dan standar tersebut terutama mengatur aspek budidaya hortikultura yang baik (GAP) dan pengkelasan mutu manggis segar.
Buah Durian
Sama halnya dengan Durian, Belum lama ini, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, pemerintah berupaya mendorong ekspor durian ke China. Sebab, China merupakan importir terbesar durian asal Indonesia dengan nilai US$ 8 miliar per tahun atau setara Rp 130,04 triliun (kurs Rp 16.255).
Sejauh ini, Indonesia belum memaksimalkan potensi ekspor durian. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor durian dengan kode harmonized system (HS) 08106000 tercatat sebesar 226,67 ton pada 2022. Padahal, produksi durian di Indonesia pada tahun tersebut mencapai 1,58 juta ton.
Buah Kelapa dan produk turunannya
Satu lagi produk holtikultura yang banyak tersedia di kabupaten Tanggamus yaitu Kelapa dan Produk Turunannya. Kelapa merupakan salah satu komoditas pertanian yang penting di Indonesia. Dukungan iklim tropis yang baik untuk pertumbuhan tanaman kelapa, menjadikan Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar di dunia.
Tanaman yang dijuluki Pohon Kehidupan ini tergolong sebagai pohon serbaguna. Pasalnya, hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Sebut saja batang pohonnya, dapat digunakan sebagai papan untuk pembuatan rumah, daunnya untuk bahan bungkus ketupat dan atap rumah, tangkai anak daunnya menghasilkan lidi untuk sapu, tangkai bunganya menghasilkan cairan nira, yang dapat diolah lebih lanjut menjadi gula kelapa. Tak kalah penting dan bernilai paling ekonomi adalah buah kelapa, yang mampu menghasilkan daging buah muda, santan, minyak kelapa, bungkil kelapa, tepung kelapa, kopra, hingga cairan bahan pembuat nata de coco.
Menurut Ketua Kelompok Tani Hutan Lereng Tanggamus, Dia berharap Produk Manggis, Durian dan olahan Kelapa yang memang melimpah di Kota Agung, dsk bisa di ekspor agar dapat menambah nilai tambah (value added) bagi petani Holtikultura yg Tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Lereng Tanggamus Jaya, dengan Jumlah Anggota sebanyak 120 orang dengan luasan Lahan 370 Ha cukup untuk mengangkat produk manggis naik kelas ke level dunia ungkap Sumpeno yang ditemui Kreatifnews Rabu, 27/8/2024.
Menurut Sumpeno sudah ada perusahaan eksportir yang sudah menjajaki kerjasama dengan Kelompok Tani Hutan Lereng Tanggamus Jaya, mudah-mudahan di musim panen ini kita sudah bisa produksi hasil holtikultura untuk diekspor.
“Saat ini kita sedang mempersiapkan berkas2 administrasi yang dibutuhkan oleh calon buyer, dan progreanya sudah hampir selesai. kedepan hasil panen Produk Holtikultura berupa Manggis, Durian, dan berbagai olahan kelapa dapat berkualitas ekspor”. Tutupnya (Budi)



